Senin, 13 Mei 2013
penjarara suci ALMUNA
Di dayah tingkat pertama di atas gunung,
Lampu lampu kota tak kelihatan
Namun ada bintang bintang berkedipan bagai kunang kunang
di kejauhan ia menemaniku selalu disana,
sangat ku ingat
saat badai dan angin kencang
aku menutup pintu dengan hati bimbang dan pilu
lalu
aku sambil berpandangan dengan fikiran melayang
membuka kitab kitab, syair syair
kemudian ku alunkan dengan irama irama lama
nyiur di tepi pantai mengingatkan aku pada tanah airku
sambil mengusap air mata
aku melenguh diam diam
sudah berlayar jauh kemari, fikirku
namun tanah itu selalu saja berdebur dalam ingatan.
Tapi….
Malam telah kelewat dalam
Biarpun dibawah hujan
Akupun berperang
Mencoba mengalahkan dinginnya malam
Melawan kerasnya perjalanan kehidupan
Menuju sebuah masa depan
Biarlah……
Apa yang bakal terjadi, terjadilah
Akupun tersadar akhirnya..
Tanah air abadi jadi serupa mimpi
Kenangan lama yang engan mati
Namun di dalam dayah ini
Aku harus membiasakan diri
Dan menjalani pembersihan hati yang terkotori
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar